
laa 'izzah illa bi al-islam
Segala puji hanya bagi Alloh 'azza wa jalla. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya.Kita berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri dan keburukan 'amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Alloh 'azza wa jalla maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Alloh maka tidak akan ada yang bisa memberinya petunjuk...Sesungguhnya, hanya dien al-Islaam sahja-lah poros pijakan yang dapat mengembalikan kemuliaan kaum muslimin(khoiru ummah)
*Al-hadits*
*Al-hadits*
Dari Abu hurairah bahwasanya Rasulullaah Saw. bersabda (yang ertinya) : “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya aku diutus Allah, seperti air hujan yang menyirami bumi, diantara bumi (tanah) itu ada tanah yang subur yang menerima air, lalu tumbuh darinya rumput dan tanaman yang banyak, dan diantaranya ada tanah yang tandus yang menahan air, dimana dengan air itu Allah memberi manfaat kepada manusia, mereka minum, mengairi, dan menanam. Dan diantaranya mengenai kelompok tanah yang lain, yaitu tanah yang terbalik yang tidak menahan air dan tidak tumbuh rumput, maka yang demikian itu seperti orang yang mengerti agama Allah, dia mendapatkan manfaat dengan apa yang Allah mengutus aku untuk membawanya, dan setelah dia mengerti dia mengajarkannya.Dan seperti orang yang dengan (apa yang aku bawa) itu tidak menjadikannya mengangkat kepala, serta tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya.”. (HR. Bukhari)
Minggu, 09 September 2012
Penyatuan Daerah Waktu Justru Merugikan

Jumat, 17 Agustus 2012
'Amalan Rasululloh pada Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata:
Puasa (Shiyam) dan Ketaqwaan
Kamis, 16 Agustus 2012
♥untukmu duhai cintaku.. yang tertulis di lauh al-mahfudz♥
Puasa itu Junnah (Perisai)
♥Harapanku pada-Mu, Yaa Robb al-'izzati♥
Ana Ingin menjadi wanita cerdas..walau mungkin ana takkan pernah sanggup menyamai ibunda Aisyah..
Ana ingin menjadi wanita yang sabar seperti Fatimah az-zahra,
Sabar dalam setiap keadaan..
Ana ingin menjadi wanita yang tegar seperti Ummu Sulaim,
Tegar dalam menghadapi segala cobaan hidup..
Ana ingin menjadi wanita lembut, walau ana sadar takkan sanggup seperti lembutnya Ibunda Khadijah..
Ana ingin menjadi wanita yang berani seperti Ibunda Shofiyyah,, berani mengatakan yg benar itu benar, yg salah itu salah.
♥Yaa Robbana.. Mampukah ana menjadi sosok seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasululloh ..
Hartanya pun jua diperjuangkannya fisabilillah
Penawar hati kekasih Alloh.. Susah dan senang rela bersama...
♥Yaa Robbana.. Mampukah ana mendidik jiwa ini seperti Siti Aisyah?
Isteri Rasulullah yang bijak ... Pendorong kesusahan dan penderitaan ..
Tiada sukar untuk dilaksanakan...
♥Yaa Robbana.. Mengalir air mata ini..
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah..
Akur dalam setiap perintah...Taat dengan ayahnya, Rasululloh..
Yang sentiasa berjuang ..
Tiada memiliki harta dunia..
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...
♥Yaa Robbana.. Tatkala ana marah...
Ingin ana intip serpihan sabar ..
Dari catatan hidup Siti Sarah....
♥Yaa Robbana Yaa Kariim, ingin ana menjadi sosok setabah umi Nabi Ismail..
Menggendong bayinya yang masih merah..
Mencari air penghilang dahaga ..
Diterik padang pasir..
Ditinggal oleh suami akur tanpa bantah
Pengharapannya hanya pada Alloh
Itulah wanita Siti Hajar....
♥Mampukah hamba menjadi wanita se-sholihah itu , Yaa Robbana?
Mati dalam keunggulan iman
Bersinar indah, harum tersebar
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Ya Robbil ‘izzati... bimbinglah ana dan saudari2 ana seukhuwah..
Hingga diri kami dapat menjadi.. wanita sholihah penghias dunia.. penghuni Syurga. aamiin
***Nashihat al-'Ulama***
Bismillahirrahmaanirrahiim..
♥♥♥♥
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan ” Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)
♥♥♥♥
♥Sahabatfillah, Sampaikan Salamku Untuknya♥
Kawan…taukah kamu..
**Pesan Nabi**
Kisah Wanita Mempersembahkan Suami dan Anaknya Menjadi Syuhada'
Abu Qudamah al-Syami adalah seorang laki-laki yang Allah tanamkan kecintaan kepada jihad di jalan-Nya. Beberapa peperangan melawan Romawi telah ia ikuti. Keberanian dan kemahirannya dalam berperang tidaklah diragukan lagi.
Pada suatu hari Abu Qudamah duduk di masjid Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menceritakan sebagian kisah perangnya. Orang-orang yang duduk di majelisnya memintanya untuk menceritakan kisah paling menakjubkan yang pernah ia jumpai di medan jihad. Kemudian mulailah ia menceritakan kisah paling menyentuh dan menakjubkan yang pernah ia temui.
Pada suatu hari saat ia berangkat berjihad menghadapi tentara Romawi, ia melewati kota Raqqah di pinggiran sungai Farrat. Tujuannya ke sana untuk membeli beberapa ekor unta untuk berjihad.
Saat berada di Raqqah, ada seorang wanita mendatanginya. Wanita tadi mengabarkan, ia ingin bershadaqah dengan rambutnya untuk jihad fi sabilillah. Ia telah memotong rambutnya yang panjang, lalu ia keraskan dengan lumpur. Ia meminta Abu Qudamah untuk menerima rambutnya tersebut untuk digunakan sebagai cemeti dan tali kendali kuda para mujahid.




