laa 'izzah illa bi al-islam

Segala puji hanya bagi Alloh 'azza wa jalla. Kita memuji, memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya.Kita berlindung kepada Alloh dari kejahatan diri dan keburukan 'amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Alloh 'azza wa jalla maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Alloh maka tidak akan ada yang bisa memberinya petunjuk...Sesungguhnya, hanya dien al-Islaam sahja-lah poros pijakan yang dapat mengembalikan kemuliaan kaum muslimin(khoiru ummah)

  • HOME
  • DAFTAR ISI
  • POLITIK
  • AL-ISLAM
  • BBM
  • MUSLIMAH
  • DOWNLOAD KITAB
  • PROGRAM TELEVISI
  • RADIO ONLINE
  • PRODUK

widgets

*Al-hadits*

*Al-hadits*

Dari Abu hurairah bahwasanya Rasulullaah Saw. bersabda (yang ertinya) : “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya aku diutus Allah, seperti air hujan yang menyirami bumi, diantara bumi (tanah) itu ada tanah yang subur yang menerima air, lalu tumbuh darinya rumput dan tanaman yang banyak, dan diantaranya ada tanah yang tandus yang menahan air, dimana dengan air itu Allah memberi manfaat kepada manusia, mereka minum, mengairi, dan menanam. Dan diantaranya mengenai kelompok tanah yang lain, yaitu tanah yang terbalik yang tidak menahan air dan tidak tumbuh rumput, maka yang demikian itu seperti orang yang mengerti agama Allah, dia mendapatkan manfaat dengan apa yang Allah mengutus aku untuk membawanya, dan setelah dia mengerti dia mengajarkannya.Dan seperti orang yang dengan (apa yang aku bawa) itu tidak menjadikannya mengangkat kepala, serta tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya.”. (HR. Bukhari)

Minggu, 09 September 2012

Penyatuan Daerah Waktu Justru Merugikan

Oleh : Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar (Peneliti Badan Informasi Geospasial)

Kalau hari ini seseorang mentransfer uang lewat Bank pada pukul 14.30 dari Jakarta ke Jayapura, maka dapat dipastikan penerimanya baru dapat menggunakan uang itu keesokan harinya.  Dan kalau transfer itu dilakukan pada Jum’at siang, maka dapat dipastikan penerimanya baru dapat menggunakan uang itu Senin pagi.  Hal ini karena perbedaan daerah waktu.  Pada pukul 14:30 di Jakarta (WIB), maka di Jayapura (WIT) sudah pukul 16:30, dan Bank sudah tutup.  Sekalipun sekarang orang bisa menggunakan ATM atau internet-banking, tetapi tetap saja untuk transaksi dalam jumlah besar, kliring hanya dapat dilakukan pada jam buka Bank.

Inilah, dan juga hal-hal sejenis yang terjadi di bursa atau Pasar Modal, yang mendasari gagasan penyatuan daerah waktu.  Ketika WIB, WITA dan WIT disatukan menjadi Waktu Indonesia (WI), di mana yang dijadikan acuan adalah WITA, maka jam 8 di Sabang adalah juga jam 8 di Merauke.  Eloknya lagi – menurut penggagasnya – WI ini juga sama dengan waktu Malaysia dan Singapura yang saat ini sudah sama dengan WITA, yaitu GMT+8.  Saat ini, meski Singapura ada di sebelah barat Batam, tetapi Singapura menggunakan waktu sejam lebih awal dari Batam.  Jadi, bila kita menggunakan WI, kita tak akan lagi dirugikan secara finansial dari “ketertinggalan kita dari Singapura”.  Selama ini, “di Singapura orang sudah rajin berdagang, kita baru berangkat ke kantor, atau bahkan masih tidur…”

Kerugian karena keterlambatan mencairkan transfer atau mengikuti perdagangan di bursa itu konon bisa bernilai trilyunan Rupiah, sehingga gagasan penyatuan daerah waktu akan menguntungkan kita Trilyunan Rupiah. 

Tetapi benarkah demikian?

Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke sejauh 46 derajat Bujur, atau perbedaan waktu matahari sebesar rata-rata 184 menit.  Setiap perbedaan 1 derajat bujur setara dengan waktu 4 menit.  Ini artinya, jam astronomis (yaitu waktu terbit/terbenam matahari) di Sabang 3 jam 4 menit terlambat dibanding Merauke. 

Jam astronomis ini langsung tampak dalam jadwal sholat dan puasa yang diikuti umat Muslim yang merupakan 85% rakyat Indonesia.  Dan jam astronomis ini secara tidak langsung akan berpengaruh pada ritme biologis (yaitu jam tidur dan jam makan) nyaris seluruh rakyat Indonesia, baik mereka sholat ataupun tidak.  Apa ini artinya?

Kalau Waktu Indonesia diberlakukan dan mengacu pada WITA, maka perbedaan waktu matahari bagi tempat di ujung barat adalah 92 menit terlalu akhir, dan bagi tempat di ujung timur adalah 92 menit terlalu awal.

Secara praktis, dibandingkan dengan zona waktu yang dipakai sekarang, maka di WIB segalanya menjadi 1 jam terlalu awal.  Kalau biasanya sekolah mulai pukul 7 WIB, dan anak-anak berangkat ke sekolah pukul 6.30 WIB, maka setelah WI diberlakukan dan jadwal sekolah tetap, mereka akan berangkat pukul 5.30 WIB.  Di wilayah Jabotabek, pukul 5.30 itu matahari belum terbit!  Di Aceh bahkan waktu Shubuh belum masuk!

Sebaliknya di Papua, sekolah jadi mulai pukul 8 WIT.  Demikian juga, kantor yang semula masuk pukul 8 WIT, menjadi pukul 9 WIT, sudah sangat siang.  Kebalikannya, jam pulang yang semula – misalnya pukul 17 WIT, menjadi pukul 18 WIT.  Sudah cukup gelap, dan mungkin menyulitkan bagi perjalanan di desa-desa pelosok.

Dan kalau saat ini perkantoran biasa istirahat pukul 12-13 untuk istirahat, sholat dan makan, dan nanti jam istirahat ini tetap, maka setelah waktu Indonesia diberlakukan, di bekas WIB, waktu sholat dhuhur baru akan masuk pukul 13 WI.  Kalau mereka menunggu sholat dhuhur, maka mereka akan terlambat bekerja lagi.  Pemborosan.  Sementara bila waktu istirahatnya yang digeser menjadi katakanlah pukul 13-14, sedang masuk bekerja pukul 8, tentu laparnya sudah sulit tertahankan.  Jelas ini masalah.

Sebenarnyalah, di Malaysia atau Singapura yang zona waktunya sama dengan WITA, jam kerja dimulai pukul 9, istirahat pukul 13-14, dan pulang kantor pukul 17.  Praktis tak ada bedanya dengan WIB.  Jadi ternyata tidak benar mitos bahwa mereka “sudah berdagang, kita baru berangkat ke kantor”.

Dilihat dari manfaatnya, yang akan menikmati penyatuan daerah waktu hanya sektor keuangan, yang di Indonesia jumlahnya hanya 1,5 juta jiwa.  Sedang lebih dari 100 juta orang yang bekerja di sektor lainnya, atau puluhan juta anak sekolah akan mengalami kesulitan.  Kalangan penerbangan konon sudah keberatan dengan rencana ini karena pasti akan mengalami transisi dengan sekian banyak persoalan.

Jadi akan lebih bijaksana kalau tidak perlu ada penyatuan daerah waktu, tetapi cukup perubahan jam buka khusus sektor keuangan.

Zona waktu memang diperlukan ketika dunia sudah terhubung, terutama sejak ditemukannya telegrafi dan kereta api di akhir abad-19.  Tanpa zona waktu, maka setiap daerah akan memiliki jam sendiri-sendiri, sehingga pengaturan jadwal kereta api ataupun jam kirim telegrafi antar dua kota yang berjauhan jadi sangat sulit.  Dalam prakteknya, pengaturan zona waktu itu wajib mempertimbangkan aspek politis, ekonomi, budaya dan ritme hidup masyarakatnya, termasuk aspek ritual agama.






Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 14.12 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Jumat, 17 Agustus 2012

'Amalan Rasululloh pada Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata:

«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ، مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ»
“Rasululah Saw bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir (Ramadhan) dalam melakukan suatu ibadah yang beliau tidak sungguh-sungguh pada selain itu.” (HR. Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).


Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ juga yang berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ»
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), maka Rasululah Saw habiskan malam (untuk shalat dan ibadah lainnya), membangunkan keluarganya (untuk shalat juga), dan beliau bersungguh dalam beribadah melebihi biasanya, serta mengencangkan sarung (menjauhi istri untuk beribadah).” (HR. Bukhari, Muslim, Abu dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).


Dari Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ juga yang berkata:
« كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَيْقَظَ أَهْلَهُ وَرَفَعَ الْمِئْزَرَ، أَي اعْتَزَلَ النِّسَاءَ »
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), maka Rasululah Saw membangunkan keluarganya untuk shalat, dan beliau mengangkat sarung (menjauhi istri untuk beribadah).” (HR. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Baihaki dan Abu Ya’la. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi, dimana beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahîh).
Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 00.03 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Puasa (Shiyam) dan Ketaqwaan

Oleh: Ustadz Rokhmat S Labib

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 183).

Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu yang diwajibkan atas umat Islam. Terdapat banyak keutamaan ibadah tersebut. Di antaranya adalah bisa menjadikan pelakunya bertakwa kepada Allah SWT. Ayat ini adalah di antara yang demikian.

Kewajiban Berpuasa
Dalam ayat itu Allah SWT berfirman: Yâ ayyhuhâ al-ladzîna kutiba ‘alaykum al-shiyâm (hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa). Seruan ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Seruan kepada orang beriman dalam ayat ini dan ayat-ayat lainnya mengandung isyarat bahwa penyifatan iman mewajibkan  pelakunya untuk mematuhi, mengikuti, dan mendengarkan perintah maupun larangan yang hendak disampaikan dalam kalimat berikutnya. Menurut al-Alusi, seruan tersebut diharapkan juga dapat menggelorakan semangat mereka dalam menerima perintah, sekaligus memberikan peringatan kepada mereka bahwa di dalam diri mereka ada sesuatu yang diwajibkan.

Ditegaskan dalam ayat ini bahwa orang-orang yang beriman itu diwajibkan untuk berpuasa. Menurut al-Farra’-sebagaimana dikutip al-Shabuni dalam Rawâi’ al-Bayân–, semua frasa kutiba ‘alâykum dalam Alquran bermakna furidha ‘alaykum (difardhukan atas kamu).

Di samping frasa kutiba ‘alâykum, wajibnya berpuasa juga didasarkan qarînah (indikasi) yang terdapat pada ayat selanjutnya. Bahwa orang-orang yang sakit atau bepergian diizinkan untuk tidak berpuasa. Namun demikian, mereka wajib menggantinya di bulan lainnya sejumlah hari yang ditinggalkannya itu. Kewajiban meng-qadha puasa di hari yang lain ini menunjukkan wajibnya hukum berpuasa.

Secara bahasa, kata al-shiyâm berarti al-imsâk (menahan diri). Sehingga kata tersebut bisa digunakan untuk menahan diri dari makan, minum, atau berbicara. Makna bahasa ini sebagaimana terdapat dalam QS Maryam [19]: 26. Sedangkan secara syar’i, al-shiyâm berarti menahan diri dari makan, minum, dan jima’ sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat. Pengertian ini diambil dari beberapa dalil dalam Alquran dan Sunnah. Berkaitan dengan larangan makan, minum, dan jima’ disebutkan dalam firman Allah SWT: Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam (QS al-Baqarah [2]: 187).

Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa kaum Muslim diperbolehkan melakukan melakukan hubungan suami-istri di malam hari pada bulan puasa. Itu artinya, mereka dilarang melakukannya di siang harinya. Demikian pula dengan makan dan minum, mereka dipersilakan melakukannya pada malam hari. Batasnya hingga terbit fajar. Tatkala fajar telah terbit, kaum Muslim diperintahkan untuk berpuasa hingga malam (hattâ al-layl), yakni hingga matahari terbenam.

Berkaitan dengan adanya niat untuk melakukan puasa, hal ini didasarkan pada Hadits dari Umar bin Khaththab, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya amal perbuatan itu bergantung pada niat, dan sesungguhnya semua perkara bergantung pada niatnya (Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Berdasarkan hadits ini, sebuah amal puasa bisa dinyatakan sebagai ibadah yang absah, jika disertai niat oleh pelakunya. Artinya, ketika seseorang menahan diri untuk tidak makan, minum, dan berjima’ mulai terbit fajar hingga matahari terbenam itu harus dilandasi oleh niat berpuasa. Jika tidak dilandasi dengan niat berpuasa, maka amal perbuatannya tidak dikategorikan sebagai puasa, sekalipun secara dhahir amalnya sama atau menyerupai puasa.

Khusus untuk puasa wajib, niat berpuasa itu harus dilakukan sebelum terbitnya fajar. Diriwayatkan dari Khafshah ra, dari Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak [sah] puasa baginya (HR Abu Daud dan al-Tirmidzi).

Sementara pada puasa sunnah, diperbolehkan niat setelah fajar. Dalam riwayat ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW suatu hari pernah menanyakan makanan kepadanya. Ketika diberitahu bahwa tidak ada makanan, kemudian beliau berpuasa.Fi’liyyah (perbuatan) Rasulullah ini menjadi dalil bolehnya niat berpuasa sunnah yang dilakukan pada siang hari.

Selanjutnya dalam ayat ini Allah SWT berfirman: kamâ kutiba ‘alâ al-ladzîna min qablikum (sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu). Frasa ini memberitakan, kewajiban puasa tidak hanya dibebankan kepada umat Rasulullah SAW, namun juga umat-umat yang terdahulu. Sebagai sebuah ibadah, puasa juga diwajibkan kepada mereka kendati terdapat perbedaan kaifiyyah (tata cara). Tentang adanya perbedaan kaifiyyah ini secara umum diberitakan dalam firman-Nya: Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang (TQS al-Maidah [5]: 48.

Agar Bertakwa
Selanjutnya Allah SWT berfirman: la’allakum tattaqûn (agar kamu bertakwa). Di akhir ayat ini dijelaskan bahwa hikmah diwajibkannya puasa adalah agar pelakunya menjadi orang-orang yang bertakwa. Kata taqwâ berasal dari kata waqâ yang berarti melindungi. Kata tersebut kemudian digunakan untuk menunjuk kepada sikap dan tindakan untuk melindungi diri dari murka dan azab Allah SWT. Caranya, dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Inilah pengertian takwa menurut para ulama yang didasarkan pada nash-nash syara’.

Menurut ayat ini, sikap takwa tersebut dapat diraih oleh orang-orang yang menjalankan puasa. Jika dicermati, apabila ibadah puasa dipahami dan dilaksanakan dengan benar, niscaya akan berbuah takwa. Dalam berpuasa, seseorang dilatih untuk mengingat Allah SWT dalam setiap ruang dan waktu. Ketika menjalankan puasa, seseorang diingatkan bahwa tidak ada tempat yang tersembunyi dari penglihatan dan pendengaran Allah SWT. Sehingga, di mana pun dia berada, tidak berani makan, walau hanya sesuap nasi; tidak mau minum walau hanya seteguk air; atau tidak akan berhubungan intim dengan istrinya walau berada dalam ruang tertutup. Jika keyakinan itu tertanam dan diimplementasikan dalam seluruh aktivitas kehidupan-bukan hanya saat puasa–, niscaya akan menghasilkan pribadi-pribadi yang bertakwa. Yakni pribadi yang selalu patuh dan taat terhadap perintah dan larangan-Nya. Tidak berani korupsi walaupun tidak ada orang yang mengetahuinya, tidak berani berjudi sekalipun tidak ada petugas yang mengawasinya, tidak berani melakukan transaksi ribawi meskipun tidak ada sanksi bagi pelakunya, dan lain-lain. Pendek kata, keyakinannya bahwa dirinya selalu dilihat Allah SWT akan membuat manusia mengerjakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, di mana pun dan kapan pun.
Puasa juga melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Benar bahwa manusia membutuhkan makan, minum, atau lawan jenis. Namun itu itu tidak boleh menjadi alasan bagi manusia untuk mengumbar hawa nafsunya sesukanya layaknya binatang. Manusia hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan atau minuman yang halal. Demikian dalam hubungannya dengan lawan jenis. Manusia hanya diizinkan melampiaskannya pada orang pasangan yang dihalalkan.
Dengan puasa, manusia juga dilatih untuk hidup berdisiplin dengan syariah-Nya. Sekalipun haus atau lapar, manusia harus tetap menahannya untuk tidak minum atau makan hingga waktu maghrib tiba. Sekalipun hasrat seksualnya sedang menggebu, manusia harus tetap mampu meredamnya hingga waktu yang diperbolehkan untuk melakukannya. Jika ini berhasil dikerjakan, jalan untuk menjadi pribadi takwa lebih mudah dicapai. Betapa tidak. Jika dalam puasa dia mampu menahan haus dan lapar dari makanan yang di bulan lain dihalalkan, maka selayaknya dia lebih mampu menahan diri dari makan atau minum dari harta yang diharamkan. Jika seseorang mampu menahan diri tidak menggauli istrinya di siang hari, sepatutnya dia lebih mampu menahan diri untuk melakukan perbuatan zina.

Dengan demikian, apabila dipahami dan dikerjakan secara benar, puasa akan mengantarkan pelakunya menjadi pribadi yang bertakwa. Pribadi yang bertakwa adalah yang pribadi yang tunduk dan terhadap syariah secara kaffah. Ketika ada sebagian hukum Islam telantar dan tidak bisa dilaksanakan karena tidak institusi daulah khilafah yang menerapkan, akan mendorong pribadi bertakwa itu untuk berjuang menegakkannya.
Patut dicatat, semua aktivitas ibadah, bukan hanya puasa, jika dipahami dan dilaksanakan dengan benar akan berbuah takwa. Allah SWT berfirman: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa (TQS al-Baqarah [2]: 21).

Kita bermohon kepada Allah SWT semoga puasa dan semua ibadah dapat mengantarkan kita menjadi pribadi takwa. Pribadi yang tidak terima syariah telantar. Pribadi bersemangat menyambut seruan perjuangan menegakkan syariah dan khilafah. Pribadi yang disediakan baginya surga yang luasnya seluas langit dan bumi. WaLlâh a’lam bi al-shawâb.


Ikhtisar:
1.      Puasa merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan atas setiap Muslim
2.      Puasa juga diwajibkan kepada umat yang terdahulu
3.      Puasa jika dipahami dan dilaksanakan dengan benar,akan menghasilkan pribadi yang bertakwa.

Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 00.00 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Kamis, 16 Agustus 2012

♥untukmu duhai cintaku.. yang tertulis di lauh al-mahfudz♥

Bismillahirrahmaanirrahiim..


Akhi, tunggulah ana di batas waktu..
 jika di dunia ini akhi bukan untuk ana.. Biarlah ana menjadi wanita yang suci hanya Untuk-Nya..
Dan jika Alloh mengambil diri ini dalam usia yang muda belia.. Maka Di syurga kelak ana menantimu.. Ana-lah bidadarimu.. Aamiin Allahumma amin..
♥♥♥♥


Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 23.59 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Puasa itu Junnah (Perisai)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abu az-Zinad dari al-A’raj dari Abu Hurairahradhiyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah Saw bersabda:


«الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى الصِّيَامُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا»


“Puasa itu junnah (tameng atau perisai). Oleh karena itu hendaklah orang yang berpuasa itu tidak berkata kotor, dan tidak mengerjakan pekerjaan orang-orang bodoh. Jika seseorang melaknatnya atau mencaci makinya, maka katakan ‘saya sedang puasa’ sebanyak dua kali (di hati dan di mulut). Sungguh, demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman tangan (kekuasaan)-Nya bahwa menyengatnya bau busuk mulut orang yang berpuasa itu adalah lebih harum di sisi Allah SWT daripada bau minyak misik. Ia meninggalkan makanannya, minumannya, dan keinginan syahwatnya karena ketaatannya kepada-Ku. Puasa itu untuk-Ku, sehingga Aku yang akan membalasnya. Dimana satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikkan yang sama.” (HR. Bukhari).


Sesungguhnya puasa itu adalah tameng atau perisai yang melindungi seorang Muslim dari melakukan setiap kemaksiatan dan dosa. Sebab puasa itu senantiasa mengawasi jiwanya, dan tetap menjaga hubungan jiwanya dengan Allah. Dimana seorang yang sedang berpuasa takut akan hilangnya pahala (sia-sia) puasanya ini ketika ia melanggar perintah-perintah-Nya. Sehingga ia akan senantiasa dalam pengawasan terhadap jiwanya dengan melakukan ketaatan kepada Tuhannya.
Akan tetapi, ketika tiadanya khilafah bagi kaum Muslim, dan juga imam (khalifah)nya, maka tameng atau perisai pelindung ini menjadi rapuh dan lemah menghadapi berbagai kemungkaran yang terorganisir, yang ditebarkan oleh para penguasa melalui berbagai media, seperti acara-acara serial, film, lomba, dan program-program yang merendahkan kekuasaan hukum-hukum Allah. Sehingga, mengubah citra Ramadhan di mata kaum Muslim, bahkan Ramadhan menjadi tamu yang tidak disenangi oleh sebagian mereka.
Mungkin gambaran kecil tentang pelindung bagi seorang Muslim ini, ketika ia konsisten dengan hukum-hukum seputar puasa, kita tempatkan di depan gambaran lain di antara gambaran-gambaran pelindung yang lebih besar dan agung, yaitu gambaran seorang imam (khalifah). Rasulullah Saw bersabda:

« الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ »
“Seorang imam (khalifah) adalah tameng atau perisai, dimana di belakangnya umat berperang, dan kepadanya umat berlindung.” (HR. Muslim).

Gambaran ini lebih umum dan komprehensif, bahkan dengan adanya imam (khalifah) sebagai tameng atau perisai, berarti adanya puasa sebagai tameng atau perisai, dan berarti pula adanya semua hukum yang diterapkan secara nyata di muka bumi, bukan berada dalam buku dan majalah saja.
Untuk itu, wahai umat yang mulia! Sampai kapan Anda tetap hidup tanpa imam (khalifah), dan tanpa tameng atau perisai? Dan sampai kapan puasa Anda tetap dicemari oleh berbagai kemungkaran dan pelanggaran terhadap syariah?

Bukankah telah tiba saatnya bagi Anda untuk mengembalikan kemuliaan Islam, dan cahaya hukum (syariah) Islam dalam kehidupan Anda? Tentu, demi Allah, saatnya itu telah tiba.

Sumber: hizb-ut-tahrir. Info

Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 23.57 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

♥Harapanku pada-Mu, Yaa Robb al-'izzati♥

Bismillahirrahmanirrahiim..

Ana Ingin menjadi wanita cerdas..walau mungkin ana takkan pernah sanggup menyamai ibunda Aisyah..

Ana ingin menjadi wanita yang sabar seperti Fatimah az-zahra,
Sabar dalam setiap keadaan..

Ana ingin menjadi wanita yang tegar seperti Ummu Sulaim,
Tegar dalam menghadapi segala cobaan hidup..

Ana ingin menjadi wanita lembut, walau ana sadar takkan sanggup seperti lembutnya Ibunda Khadijah..

Ana ingin menjadi wanita yang berani seperti Ibunda Shofiyyah,, berani mengatakan yg benar itu benar, yg salah itu salah.
♥Yaa Robbana.. Mampukah ana menjadi sosok seperti Siti Khadijah? 
Agung cintanya pada Allah dan Rasululloh .. 
Hartanya pun jua diperjuangkannya fisabilillah 
Penawar hati kekasih Alloh.. Susah dan senang rela bersama...

♥Yaa Robbana.. Mampukah ana mendidik jiwa ini seperti Siti Aisyah? 
Isteri Rasulullah yang bijak ... Pendorong kesusahan dan penderitaan ..
Tiada sukar untuk dilaksanakan...

♥Yaa Robbana.. Mengalir air mata ini.. 
Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah.. 
Akur dalam setiap perintah...Taat dengan ayahnya, Rasululloh..
Yang sentiasa berjuang ..
Tiada memiliki harta dunia..
Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...

♥Yaa Robbana.. Tatkala ana marah... 
Ingin ana intip serpihan sabar ..
Dari catatan hidup Siti Sarah....

♥Yaa Robbana Yaa Kariim, ingin ana menjadi sosok setabah umi Nabi Ismail..
Menggendong bayinya yang masih merah..
Mencari air penghilang dahaga ..
Diterik padang pasir..
Ditinggal oleh suami akur tanpa bantah 
Pengharapannya hanya pada Alloh 
Itulah wanita Siti Hajar.... 


♥Mampukah hamba menjadi wanita se-sholihah itu , Yaa Robbana? 
Mati dalam keunggulan iman 
Bersinar indah, harum tersebar 
Bagai wanginya pusara Masyitah....
Ya Robbil ‘izzati... bimbinglah ana dan saudari2 ana seukhuwah..
Hingga diri kami dapat menjadi.. wanita sholihah penghias dunia.. penghuni Syurga. aamiin 



********************

Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 22.49 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

***Nashihat al-'Ulama***


Bismillahirrahmaanirrahiim..

 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95) "
♥♥♥♥

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan ” Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)


♥
♥♥♥
..


Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 22.28 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

♥Sahabatfillah, Sampaikan Salamku Untuknya♥



Kawan…taukah kamu..
suatu peristiwa yang selalu ana impikan..
 telah mmbuat ana berkeinginan mewasiatkan ssuatu hal padamu..

Kawan.. jika suatu saat nanti..
ana tak bisa menyaksikan khilafah berdiri tegak kembali..
Jika suatu saat nanti..
ana tak bisa mendengar takbir kemenangan membahana di seluruh negeri kaum muslimin..
Jika suatu saat nanti..
ana  tidak sempat merasakan hidup di bawah naungan daulah khilafah islamiyah...

Kerana Allah(dengan kebaikannya) telah menjemput ana
...Kerana Allah telah menetapkan saat dimana ana harus istirahat dengan nyaman..

maka..
ana minta sampaikan salam ana pada khalifah..
Dan.. sampaikan  jua bai'at ana pada khalifah...

Beritahu khalifah..
bahwa ana adalah..
Bagian dari pejuang Syariah dan Khilafah..
bahwa ana adalah.. 
 Bagian dari pejuang Syariah dan Khilafah..
Bahwa..
bahwa ana adalah bagian dari pejuang Syariah dan Khilafah.

Kawan.. sungguh.. sampai hari ini..
aku masih menunggunya..
ksatria yang berjuang demi melanjutkan kehidupan Islam..
ksatria yang berjuang demi melaksanakan syari'at Islam secara kaaffah..
ksatria yang berjuang demi menjaga dan melindungi saudara-saudaraku kerana Allah

Kawan,. jika aktivitas da'wahku mati...
kerana kematian telah menjemputku..
maka, tetaplah gencarkan da'wah Islam ini..
Sesungguhnya, Allah telah menyiapkan syurga untuk kita..
..Insya Alloh..



*********
Dari Saudarimu,, yang mencintaimu kerana Alloh 'azza wa jalla,,


Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 22.12
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

**Pesan Nabi**

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Rasululloh shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda (yang ertinya) :
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)




♥♥♥♥
Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 21.51 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Kisah Wanita Mempersembahkan Suami dan Anaknya Menjadi Syuhada'

Oleh : Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada sayyidil anam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Abu Qudamah al-Syami adalah seorang laki-laki yang Allah tanamkan kecintaan kepada jihad di jalan-Nya. Beberapa peperangan melawan Romawi telah ia ikuti. Keberanian dan kemahirannya dalam berperang tidaklah diragukan lagi.

Pada suatu hari Abu Qudamah duduk di masjid Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menceritakan sebagian kisah perangnya. Orang-orang yang duduk di majelisnya memintanya untuk menceritakan kisah paling menakjubkan yang pernah ia jumpai di medan jihad. Kemudian mulailah ia menceritakan kisah paling menyentuh dan menakjubkan yang pernah ia temui.

Pada suatu hari saat ia berangkat berjihad menghadapi tentara Romawi, ia melewati kota Raqqah di pinggiran sungai Farrat. Tujuannya ke sana untuk membeli beberapa ekor unta untuk berjihad.
Saat berada di Raqqah, ada seorang wanita mendatanginya. Wanita tadi mengabarkan, ia ingin bershadaqah dengan rambutnya untuk jihad fi sabilillah. Ia telah memotong rambutnya yang panjang, lalu ia keraskan dengan lumpur. Ia meminta Abu Qudamah untuk menerima rambutnya tersebut untuk digunakan sebagai cemeti dan tali kendali kuda para mujahid.
Baca selengkapnya »
Diposkan oleh Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir) di 21.00 0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Posting Lama Beranda
Langganan: Entri (Atom)



Hari

Jam

*Schedule :


Free Blog Calendar

sila download Mp3 Ceramah, Kajian - Hizbut Tahrir Menuju Khilafah

al-ghuraba'

Foto Saya
Annisa Fikriya (Permata Annisa Fiqr Al-Musta'nir)
Ibu Abbas berkata : " Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersihkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rezeki dan menumbuhkan rasa cinta dihati manusia kepada-Nya." (Tafsir ibnu Katsir)
Lihat profil lengkapku

my facebook

النسآء فكريا

Buat Lencana Anda
  • VOA-ISLAM

  • Halaqoh Online

  • ERAMUSLIM

  • Link Sahabat

      Friend (Sisters)
      • Adieu Jendela Nalar
      • INFO LOMBA
      • Aisyah Kecil
      • Alga Biru
      • Anabel Rosetti
      • Anak Ilang
      • Aqrobu Littaqwa
      • Asa Kehidupan
      • Asa Kehidupan (Blogspot)
      • Bella Burhani
      • Bianglala
      • Chibi Maruko
      • Cicin Yulianti
      • Cicin Yulianti (WP)
      • Crafty Rini Putri
      • Crafty Rini Putri (MP)
      • Cynthia Yuliani Putri
      • Dian F Hasibuan
      • Dimas Pratiwi
      • Dinie Az Zahra
      • Eny Widayah
      • Fath Fawwaz
      • Fatimah Abdullah
      • Fiolet
      • Frigrina Nayla Ismail
      • Gemma Ayu Dewanti
      • Hamdia Ham2 Kudo
      • Hamdia Maulida
      • Hazna Alifah
      • Hikari Inqilabi
      • Independent Muslimah
      • Intan Safitria
      • Iwak van Helsingl
      • Izzah Aliyyah
      • Lintang Wandira
      • Musallamah
      • Muslimah Fathina
      • Muslimah Revolt
      • Nasya Nazira Mumtaz
      • Nasya Nazira Mumtaz
      • Nazmi Firdaus
      • Nita Maryam
      • Nur Maulidiyah
      • Nurdiana Binti Hawa
      • Nurina P. Sari
      • Nurina Purnama Sari
      • Pemikir Ideologis
      • Prima Atika
      • Rahmi Ar
      • Raz zahra
      • Restie 'eci' Sadja
      • Ridha Greenly
      • Ridha Greenly (Bgs)
      • Rifda Diniya
      • Rinduku
      • Rira Nurmaida
      • Ririn Ridhowati
      • Rismiyana
      • Rizki Amelia Kurniadewi
      • Senja utama
      • Septyan Hernani
      • Shinta Mardhiah Alhimjarry
      • Surani Ningsih
      • Ukhty Mei
      • Umi Gita
      Propaganda
      • Buletin Seven Level
      • Clinic 1924 Zine
      • Clinic 1924 Zine
      • Ge-eR Magz
      • MINIMAGZ BADAI OTAK
      • Openmind
      • Portal Islam
      • SA'I ZINE
      • Tabloid D'Rise
      Ustadzah
      • Dunianti Maharani Arief
      • Faizatul Rosyidah
      • Kuswandari
      • Nibras Hanif
      • Ranie Maharanie
      • Siti Sofiah
      • Sri Mas Jantung Sa'adah
      • Sri Masjantung Sa'adah
      • Ummi Fathin
      Campus
      • Al Marjan Islamic Studies Community (FPIK IPB)
      • BKLDK Kalimantan
      • BKLDK Kalteng
      • BKLDK Korda Malang Raya
      • DKM UNPAD
      • Jadwa Nasional
      • Jurnal Kampus
      • Kornas BKLDK
      • LDK BKIM IPB
      • STEI Hamfara Yogyakarta
      Link
      • DENSUS 1924
      • Gaul Islam
      • Khilafah.com
      • Konsultasi Media Syariah
      • MAFAHIM CENTER
      • Muslim Daily. net
      • NGAJI SMS TAUSIYAH
      • Software Konter Pulsa
      • Syahadat
      • Voice of Muslimah Bekasi
      • Youtube Islam
      Writer
      • Abay Abu Hamzah
      • Afifah Afra Blogspot
      • Afifah Afra Web
      • Asma Nadia
      • Dewi -Dee- Lestari
      • Ersis Warmansyah Abbas
      • Gola Gong
      • Helvy Tiana Rosa
      • Jonru Ginting
      • Jufran Helmi
      • Mia Endriza Yunita
      • Nafiisah Fb
      • Radinal Mukhtar Harahap
      • Salim A.Fillah
      • The Chamber of Friendship
      Nice Blog
      • Abu Fikry
      • Adian Husaini
      • Ali Masduki ITS
      • Anne Ahira
      • Bey Laspriana
      • Brotherhood Of Thufail Al Ghifari
      • Cokie
      • Dadan Dc
      • Dedhy Kasamuddin
      • Dudung Net
      • shabil.com
      • HUMOR
      • JhePunk Zone
      • Lentera Hati
      • Media Gue
      • Mujahid Cool
      • O. Solihin
      • Om Jay
      • Rizki S. Saputro
      • Teras Lentera Abi
      • Wijaya Kusumah
      Media
      • Al Jazeera
      • Arrahmah.com
      • Era Muslim
      • Media Islam Net
      • MEDIA ISLAM NET
      • Sabili
      • Suara Islam
      • Swara Muslim
      • Tablo Jejak
      Revolution
      • Adi Wijaya
      • Al Revoltnaline
      • Anti Kapitalis
      • Aziz Nur Afandi
      • Hadid Sang Pengkelana
      • Kontra Terorisme
      • OFTA (Only Fear To Allah)
      • Zundi Katulistiwa
      Blog News
      • Al Khilafah
      • Detik News
      • Hanung Bramantyo
      • Islam Menjawab
      • Okezone.com
      • Syiar Islam
      • Thuf
      • Uhibbuka Fillah Moslem Networking
      • Blog pada WordPress.com
      • Blog pada WordPress.com
      Flash Islami
      • Aqidah Islamiyah
      • Jalan Menuju Iman
      • Kritik Ideologi
      • Melek Politik Islam
      • Metode Perubahan
      • Perempuan Sepanjang Perubahan
      Blogging
      • Bahasa Arab Online's Notes
      • Belajar Ngeblog
      • Kafe Muslimah
      • Maminrev
      • Muslimah Jember
      • O-om
      • Sastra Langit
      • Seruan Global
      Other
      Tokoh
      • Ahmad Sumargono
      • Harun Yahya
      Radio
      • HTI Channel
      • KISI FM
      • Masa 90,9 FM
      • Radio Fajri FM
      • Radio Muslim
      Penerbit
      • Ar Raudhoh Pustaka
      • Pro-U Media
      Other
      • Arif Subekti
      • Moslem Sunnah
      My Inspiration
      • Divan Semesta
      • Muhammad Thufail Al Ghifari
      My Fav
      • Jurnal Ekonomi Ideologis
      • Syabab.Com
      Mujahid (ah)
      • Jeanny Muslimah
      • Mochammad
      • Muhammad Dive
      • Nchie Dive 1st
      • Situs Hamba Allah Ta'ala
      Media Utama
      • Al Islam
      • Al Wa'ie
      • Media Umat
      • Press Release
      Mass Media
      • Bpost
      • Jawa Pos
      • Kaltimpost
      • Kompas
      • Republika Online
      Lembaga
      • Syafaat Advertising
      Kitab
      • Al Qur'an Terjemah
      • Bahasa Arab Online
      • Instant Quran
      • Kitab Klasik
      • Waqfea
      Jurnalis
      • Randu Alamsyah
      • Sandi Firly
      HPA
      • Herba Penawar Al Wahida
      • Kurniawan 'Bekam' Wibowo
      Harokah
      • GEMA PEMBEBASAN
      • Hizbut Tahrir Indonesia
      • MHTI
      Bisnis OnlineInternet Sukses.com
    ’





    kami hanya ingin hidup mulia dengan Islam atau kami syahid kerana memperjuangkan dien-Nya

    kami hanya ingin hidup mulia dengan Islam atau kami syahid kerana memperjuangkan dien-Nya
    Sahabatfillah,, jangan pernah takut pada musuh-musuh ALLOH,, teruskan perjuanganmu! mari satukan barisan.. satukan kekuatan ummat dengan bersama TEGAKKAN KHILAFAH! ALLOHU AKBAR!

    Latihan Jihad

    Latihan Jihad
    Submit ExpressFree Webmaster Tools
    kumpulan aplikasi, video animasi anak islami, dll
    Search Engine Submission - AddMe

    Info Lowongan Kerja

    Info Lowongan Kerja

    silahkan seacrh di :

    Memuat...

    Daftar Blog Saya

    Entri Populer

    • *E-book plus+ yang saya dapatkan dari blog saudara se-ukhuwah saya di Malaysia ^_^ sila disebar...
        No Tajuk   Arabic   English   Bahasa ...
    • If you care about the massacre of innocent women and children in Afghanistan – Raise the Call for Khilafah wherever you are!
      The news of the massacre of 16 innocent people including nine children by a US soldier in Zangabad village in Kandahar province, Afghani...
    • Download Murattal Al-qur'an MP3 dan MP4
      Murattal Anak Ahmad Saud Surah Adh Dhuhaa Surah Al Furqan Surah Asy Syams Surah Yaasin Surah Ar Rahman 1 – 15 Surah Al Ahz...
    • Alasan-alasan penolakan sistem Khilafah
      Alasan-alasan penolakan sistem Khilafah antara lain: 1. Khilafah hanya 30 tahun. Sebagian kaum muslim ada yang berpendapat bahwa masa k...
    • PROBLEMATIKA CINTA PARA REMAJA
       Bicara soal cinta, banyak orang berkata ‘love is blind’, ‘I’m faling in love’, ‘it was love at first sight’, dan sebagainya. Namun, bag...
    • Canda Tawa Rosululloh
      Canda Rasulullah (Jujur dan Bermanfaat) ****1) Anak Unta**** Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Salam, d...
    • Pesan-pesan sayyid quthb
      inilah pesan dari seorang aktivis pergerakan Ikhwanul Muslimin,seorang penyeru islam yang mempersembahkan nyawanya di jalan Allah, atas ...
    • "UNBREAKABLE MAN, Menjadi Manusia Tak Terpatahkan"
      Mempersembahkan acara yang sangat Luar biasa "Sebuah mimpi yang menjadi tujuan semua remaja. Memiliki pribadi emas, laksana lentera...
    • laa tahzan.., ukhty^^
      Bismillahirrahmanirrahiim ~(Dear my sister in islam, disetiap tempat tatkala engkau menemukan sisi gelap dan kelam dihidupmu. Tidak ada t...
    • Aksi Mashirah vs Demonstrasi(Muzaharah)
      Masirah Vs Muzaharah Demonstrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara massal (KBBI 1997), baik protes itu ditujukan kepada se...





    pengunjung my blog :

    Sparkline
    Search Engine Submission - AddMe

    My Visitor

    EUROPALACE CASINO ERFAHRUNGEN

    My Guest Book

    my page preview

    Langganan

    Pos
    Atom
    Pos
    Semua Komentar
    Atom
    Semua Komentar

    Follow by Email

    Pengikut

    Zionist War Crimes - The Case for the Prose - Kejahatan perang

    Ust. Hari Mukti : Muslim Indonesia Lebih Tentram Tanpa JIL


    Gambar template oleh Nikada. Diberdayakan oleh Blogger.